Kepo Yang Tak Cerdas


Kepo

Kuis merupakan salah satu daya pikat terkuat bagi publik. Sebagaimana kita tahu, kuis acapkali dijadikan alternatif tontonan ketika acara lain dianggap membosankan. Selain dirancang mendebarkan untuk memperebutkan sejumlah uang atau hadiah, tak jarang kuis dikemas dalam sebuah game show yang mengundang tawa. Itulah mengapa kuis menjadi acara andalan beberapa stasiun televisi dan mencuri simpati banyak orang. Bila kita jeli, hampir tiap rumah menonton acara kuis yang sedang populer pada masanya.

Tengok saja, di era dekade 1980-an sampai 1990-an, Berpacu Dalam Melodi, merupakan salah satu kuis yang cukup fenomenal. Acara yang dipandu Koes Hendratmo ini, menguji wawasan peserta seputar lagu-lagu tahun 50-an sampai 80-an selama 90 – 120 menit. Meskipun Berpacu Dalam Melodi bukan kuis pertama yang ada di Indonesia, acara tersebut cukup bergema.  Kesuksesan Berpacu Dalam Melodi saya kira tak pernah tertandingi oleh kuis-kuis dengan format serupa seperti Missing Lyric (2008), Sing A Song (2008), atau Happy Song (2009) yang dipandu Choky Sitohang.

Mengikuti kesuksesan Berpacu Dalam Melodi, kuis dengan format berbeda muncul di akhir tahun 1989, Aksara Bermakna. Acara ciptaan Ani Sumadi ini ditayangkan dua kali. Pertama, di TVRI dengan pembawa acara Kepra. Kedua, ditayangkan di ANTV tahun 1997 dengan pembawa acara Anton Gemilar.

Beberapa kuis lain yang cukup fenomenal di Indonesia; Tak Tik Boom (1992), Apa Ini Apa Itu (1993), Jari-Jari dan Rahasia Keluarga (1994), Kata Berkait (1995), Family 100 (1996), Ingat-Ingat (1998), Indosat Galileo (1999), Digital LG Prima dan Komunikata (2000), Siapa Berani, Tebak Harga, Who Wants To Be A Millionare (2001), Deal Or No Deal (2007), Missing Lyric, Sing A Song (2008), Happy Song (2009).

Digital LG Prima, menurut saya adalah pelopor acara kuis yang cukup bermutu. Disponsori oleh LG Electronics, 4 siswa berkompetisi untuk meraih hadiah $32.000 di akhir musim. Kuis ini tak semata-mata menawarkan kemudahan untuk meraih hadiah, namun juga memberikan banyak wawasan tentang ilmu pengetahuan pada penonton dengan beberapa segmennya; hipotesa, sandi, mozaik, matriks, dan megachips. Kuis-kuis semacam ini tak banyak diminati karena dipandang terlalu serius meski bermutu. Orang-orang secara tak langsung dipaksa untuk ikut berpikir saat menonton. Tak jarang dari kita ikut membuka buku pelajaran agar bisa ikut menjawab pertanyaan.

Sebelum Digital LG Prima, di tahun 1999 pernah ditayangakan Indosat Galileo. Acara kuis yang menguji wawasan sains peserta ini juga cukup disukai penonton. Formatnya lebih bersahabat dibanding Digital LG Prima.

Seiring berjalannya waktu, acara kuis dari tahun ke tahun dikemas menjadi lebih menarik. Kejayaan acara kuis terjadi pada tahun 2000 di mana Kuis Siapa Berani dengan 100 kontestan ditayangkan setiap hari Senin-Jumat. Acara ini merupakan game show terfavorit yang pernah mengantongi penghargaan Panasonic Award 2001. Selain Kuis Siapa Berani yang menjadikan Alya Rohali populer itu, Who Wants To Be A Millionare (WWTBAM) juga turut menadai kejayaan acara kuis di televisi. WWTBAM menjadi begitu fenomenal lantaran amat sulitnya memperoleh uang 1 Milyar. Kita dibuat kecewa di akhir acara ketika kontestan salah dalam menjawab. Terkadang kita dibuat penasaran lantaran pertanyaan lanjutan harus ditayangkan di episode selanjutnya.

Setelah itu, saya hampir tak pernah menjumpai acara kuis yang menandingi WWTBAM. Acara kuis setelah tahun 2006 hanyalah plagiat dari acara kuis yang pernah ditayangkan sebelumnya dengan susunan acara yang lebih meriah dan tidak teratur. Bersamaan dengan kemasan yang lebih meriah, kualitas sebuah kuis makin menurun. Kesuksesan Kuis Siapa Berani berbuntut pada munculnya kuis-kuis serupa seperti Siapa Lebih Berani (2009) dan Siapa Paling Berani (2011) yang juga dipandu oleh Helmy Yahya.

Hal serupa juga terjadi dengan WWTBAM yang diikuti dengan munculnya Super Milyarder 3 Milyar yang dipandu Dian Sastrowardoyo dan Super Deal 2 Milyar. Nominal hadiah yang ditawarkan pun terkesan fantastis dalam milyar sehingga banyak orang berlomba-lomba ingin ikut dalam kuis ini. Namun tak banyak yang tahu bahwa nominal tersebut terbilang sedikit dalam bisnis raksasa pertelevisian dibanding pemasukan yang didapat dari iklan.

Pada tahun 2012, Trans 7 menyodori pemirsanya dengan acara kuis bertajuk Kepo Quiz.

Kenapa sih namanya Kepo? Apa arti Kepo? Kepo adalah akronim dari Knowing Every Particular Object adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat. Dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tersebut (Kamus Slang).  Kuis ini memang menantang kita untuk selalu penasaran dan memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan seputar dunia selebritis.

Slogannya, “Simple dan entertain!” dengan jumlah 250 peserta pada setiap episodenya. Sepanjang sejarah acara kuis, Kepo Quiz merupakan satu-satunya game show dengan peserta terbanyak. Ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu pada pukul 19.00 WIB, dipandu oleh Indra Herlambang dan Ersa Mayori yang akan menguji pengetahuan peserta tentang dunia selebriti.

Simple and entertain!” rupanya terwujud dalam tiga segmen; Saposedese, Sstttt Tau Gak Sih?, dan Dress Like A Star.  Semua pertanyaan dalam Kepo Quiz 95% nyaris berhubungan dengan dunia selebriti. Apa yang Anda simpulkan dari sini? Bisa dipastikan orang-orang yang tidak pernah mengikuti perkembangan dunia selebriti tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan secara atraktif itu. Kata ‘simple’ kemudian berkonotasi dengan ‘kurang bermutu’ menurut saya. Sedang ‘entertain’ mengacu pada game show yang mempertontonkan kekonyolan peserta yang layak ditertawakan. Kekonyolan-kekonyolan itu terdapat pada segmen Sstttt Tau Gak Sih? dan Dress Like A Star.

Bila kita sadar, bisnis raksasa pertelevisian sedang menggiring kita menjadi pecinta acara gosip. Acara gosip yang akhirnya dilabeli sebagai ilmu pengetahuan. Wajar untuk kita tonton. Sedangkan Kepo Quiz adalah ujian yang menanti kita—yang menguji apakah kita layak dinobatkan sebagai Manusia Kepo. Kepo dengan urusan orang lain yang bahkan tak mengenal siapa kita. Sayangnya, banyak sekali orang-orang yang menganggap dunia selebritis itu hiburan. Padahal sebetulnya kita adalah sasaran mereka. Ya, saya bilang ‘Kita’ karena saya juga kadang-kadang menonton—menonton untuk suatu tugas. Menulis artikel ini. Memberi wacana pada Anda yang membaca tulisan ini bahwa wajib bagi kita sebagai pemilik televisi untuk sadar pada tayangan-tayangan yang kita tonton.

Anda berhak cerdas tanpa menonton Kepo Quiz. (Catasrtova Prima)

Judul Program: Kepo Quiz Stasiun Penayang: Trans 7 Hari Penayangan: Minggu, 23 Desember 2012 Waktu: 19.00 WIB Durasi: 60 menit (15 menit iklan) Materi Iklan: Anmum Materna, My Baby, VISA Card, Royco All In One, SGM Eksplor, Marina, Charm, Pop Mie, Nutrilon Royal, Aqua, Quaker, Nutrisari, Susu Jahe Sido Muncul, Pond’s, La Fonte, Qtela, Panadol.

About these ads

Satu tanggapan

  1. Saya ingat saat kecil ada kuis Lacak Dunia yang kalau tidak salah dipandu oleh Rano Karno. Pesertanya para pelajar. Selain wawasan umum, kuis itu juga menuntut peserta menguasai peta dunia. Sangat menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: