Hantu Sepanjang Hari

oh ternyata

Hantu Maya muncul di kamera. Sampai-sampai juru kamera yang merekam gambar sebuah tayangan film terkapar, pingsan. Hantu Maya muncul di kolam renang, maka kru yang ditarik-tarik masuk ke dalam air itu hampir mati tenggelam. Hantu Maya muncul di kamar, menindih tubuh Felish yang sedang tidur pulas.

Hantu Maya ada di mana-mana. Semua orang yang terlibat dalam pembuatan film tentang kehidupan Maya menjadi terganggu. Mak Ni Luh, pembantu rumah tangga juga tercengang melihat hantu Maya yang merasuki raga Felish dan memesan lemon tea hangat. Sutradara menginginkan lokasi suting dipindah, namun produser tidak memberikan izin karena film ini sudah dinanti khalayak dan sudah ada sponsor yang siap menanggung biaya produksi. Continue reading →

Tenis Vs Badminton

Victoria Azarenka

Victoria Azarenka

“Selamat juga buat Li Na! Dia pemain tenis yang hebat. Semoga sukses selalu menyertainya sepanjang tahun, dan kami lebih sering lagi bertemu di final seperti ini…!”

Penggalan kalimat itu mengakhiri victory speech (pidato kemenangan) Victoria Azarenka selepas mempertahankan gelar tunggal putri turnamen tenis Grand Slam pertama tahun ini, Australian Open, di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia. Di final Sabtu (26/1) malam lalu waktu setempat, petenis Belarus itu mengalahkan Li Na yang asal China dengan skor 4-6, 6-4, 6-3.

Kontan tepuk tangan membahana, baik dari fans Azarenka sendiri maupun dari pendukung Li yang menyesaki sebagian besar penjuru stadion. Li pun menjawabnya dengan anggukan pelan dan senyuman tipis meski matanya masih berlinang air mata kekalahan. Continue reading →

Kepo Yang Tak Cerdas


Kepo

Kuis merupakan salah satu daya pikat terkuat bagi publik. Sebagaimana kita tahu, kuis acapkali dijadikan alternatif tontonan ketika acara lain dianggap membosankan. Selain dirancang mendebarkan untuk memperebutkan sejumlah uang atau hadiah, tak jarang kuis dikemas dalam sebuah game show yang mengundang tawa. Itulah mengapa kuis menjadi acara andalan beberapa stasiun televisi dan mencuri simpati banyak orang. Bila kita jeli, hampir tiap rumah menonton acara kuis yang sedang populer pada masanya.

Tengok saja, di era dekade 1980-an sampai 1990-an, Berpacu Dalam Melodi, merupakan salah satu kuis yang cukup fenomenal. Acara yang dipandu Koes Hendratmo ini, menguji wawasan peserta seputar lagu-lagu tahun 50-an sampai 80-an selama 90 – 120 menit. Meskipun Berpacu Dalam Melodi bukan kuis pertama yang ada di Indonesia, acara tersebut cukup bergema.  Kesuksesan Berpacu Dalam Melodi saya kira tak pernah tertandingi oleh kuis-kuis dengan format serupa seperti Missing Lyric (2008), Sing A Song (2008), atau Happy Song (2009) yang dipandu Choky Sitohang. Continue reading →

Mak Nyuss & Minyak Angin

bondan-rasikafm1

“Mak nyuss…!”

Sejak diperkenalkan kali pertama tahun 2005, frase ini menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari acara makan-makan. Kapanpun kita terlibat dalam suatu aktivitas kuliner bersama sanak kerabat dan handai taulan, ungkapan itu pasti akan muncul secara otomatis untuk menggambarkan kelezatan hidangan yang tengah disantap.

Program dokumenter Wisata Kuliner di Trans TV yang dipandu Bondan Winarno memang menjadi tonggak penting acara kuliner televisi. Sebelum era Wisata Kuliner, tak satupun kanal TV yang menganggap penting tayangan makan-makan. Baru kemudian, semua berbondong-bondong menyajikan acara serupa: orang berkelana dari satu warung ke warung lain mencicipi aneka masakan dan bingung menciptakan ungkapan apa yang bisa jadi catchphrase sebagaimana “mak nyuss”-nya Bondan itu.

Dan kini, setelah tujuh tahun mengudara, Wisata Kuliner masih tetap beratmosfer sama. Bedanya, kini Bondan hanya menjumpai pemirsa sepekan sekali pada hari Sabtu. Dulu ia muncul tiap hari, Senin-Jumat, tiap pukul 14.00 WIB. Satu beda lagi, ia selalu ditemani seorang selebritas cantik sebagai pemikat. Continue reading →

Perselingkuhan Hitam Putih

hitam putih

Memilih berselingkuh daripada diselingkuhi lebih dimaknai sebagai laku heroik, kemenangan, dan karena itu, layak mendapat tepuk tangan.

”Selingkuh atau diselingkuhi?!”  Itulah pertanyaan yang nyaris dilontarkan Deddy Corbuzier dalam tiap acara ”Hitam Putih” ,  terutama untuk bintang tamu yang tergolong muda. Pertanyaan yang biasa sebenarnya, apalagi disodorkan kepada para artis yang  menyangkut  perselingkuhan seakan sudah jadi bagian dari ”gaya panggung”. Maka, pertanyaan itu harus dijawab, seperti permintaan Deddy, dengan cepat, tangkas, dan cerkas, tanpa berkerut jidat.

Sebagian artis akan mengakhiri jawaban dengan tertawa, dan atau teriakan bangga, ”Yes!” seperti yang, jika tak salah ingat,  dilakukan oleh Dewi Perssik. Dan di bagian pertanyaan inilah yang biasanya membuat penonton tergelak, tersenyum, terutama ketika bintang tamu seperti bingung, mesam-mesem, dan seolah berpikir.

Padahal, menjawab dua hal itu seharusnya tak perlu menyita waktu.  Continue reading →

Kala Boss Kerja “Pocokan”

Paul alias Gavin bersama Sarah

Paul alias Gavin bersama Sarah

Konflik antara pengusaha (majikan) dan buruh yang akhir-akhir ini mengemuka di negeri kita adalah jenis konflik yang amat sukar untuk dicarikan jalan tengahnya secara adil. Masing-masing pihak punya dasar argumen kuat, yang sama-sama berpijak pada elemen paling mendasar, yaitu hajat hidup.

Perlu kemauan (dan juga kesempatan) bagi semua pihak untuk mencoba memahami secara langsung kehidupan di sisi berlainan. Baru kemungkinan akan dapat ditemukan solusi yang, setidaknya mendekati, adil bagi kedua belah pihak. Continue reading →

Tanpa Adegan Membatin

Kerapian. Itu akan menjadi kata kunci untuk kesuksesan dalam bidang apapun. Tak terkecuali dalam dunia sinema televisi atau yang dalam kamus kita orang Indonesia lebih dikenal dengan istilah sinetron. Jika kita berkesempatan untuk menyimak film atau serial TV buatan mancanegara, maka akan jarang kita melihat sesuatu yang menimbulkan kesan dibuat secara tergesa hanya sekadar yang penting selesai sebelum tenggat.

Dalam serial populer CSI: Miami buatan Amerika Serikat, kerapian itu sangat terlihat menonjol. Semua diperhitungkan dengan cermat dan mengikuti satu pola tertentu yang “diamalkan” dengan disiplin tinggi tanpa kehilangan unsur kreativitas dan inovasinya. Salah satunya dalam hal kecintaan pada detail. Continue reading →

Tak Perlu Dijelaskan

Problem utama pada genre film horor umumnya sama dengan yang ada pada film-film action alias laga, yaitu semua unsurnya menjadi terlalu gampang diprediksi. Predictable, kalau kata orang Inggris. Jika di film laga formula utama adalah tentang tokoh hero yang menderita gara-gara ulah tokoh jahat dan kemudian (pasti) menang pada akhir cerita, maka dalam film-film horor kita akan ketemu sosok hantu yang sama dan dengan cara yang selalu sama pula.

Apa yang belum dihadirkan di film horor? Zombie, drakula, arwah penasaran, vampir? Semua sudah. Demikian pula stok hantu lokal terutama pocong dan kuntilanak. Jadwal mereka sangat padat di dunia sinema kita. Dalam FTV Misteri Arwah Kali Angke yang hadir dalam programa Bioskop Indonesia di Trans TV, Selasa 27 November 2012 mulai pukul 12.00 WIB lalu, sang hantu hadir juga dengan cara yang sudah amat lazim: muncul di cermin, bergeser megambang misterius, atau hanya sekadar menampakkan diri, semua dengan mimik muka aneh khas hantu lengkap dengan efek cahaya dari bawah yang tepat mengenai dagu! Continue reading →

Sehat Lewat Televisi

HARRY De Fretes muncul  berlari-lari menuju ke seseorang sambil menunjukkan tangannya yang lebam sepertinya terbentur benda tumpul . Dari sisi lain muncul Lula Kamal  menanyakan “kehebohan” temannya itu. Secara berkelakar ia mengomentari jangan-jangan lebam terjadi karena nonton film Skyfall. Barangkali De Fretes menirukan adegan di film serial “James Bond”. Dijawab oleh komedian itu “ah ada-ada saja”.

Sepotong adegan tersebut membuka acara “Yuk Hidup Sehat” yang ditayangkan TVRI Nasional, Saluran Pemersatu Bangsa, Rabu 13/11 jam 10.15  selama hampir satu jam. Tema yang diambil adalah “Kelainan Pembekuan Darah“ menghadirkan dua nara sumber ahli penyakit dalam super ahli penyakit darah (hematolog) dan spesialis radiologi.

Pemandu acara Lula Kamal yang artis dan juga seorang dokter menjadikan penonton makin mudah memahami tentang penyakit yang berhubungan dengan darah beku. Continue reading →

Diperdaya Lewat Mistisme

Sekilas, tayangan berdurasi satu setengah jam ini menawarkan cerita bertema mistisisme yang diawali dengan gegernya warga Desa Sumberjati lantaran pohon trembesi di pinggir jalan kembali ‘meminta’ korban. Pada suatu malam Dayat, seorang anak juragan kaya menabrak pengemudi sepeda setelah melewati pohon trembesi tersebut. Namun, Dayat melarikan diri karena takut dimintai pertanggungjawaban. Setelah kejadian itu dan hampir tiap malam ia dihantui mimpi buruk tentang kecelakaan tersebut.

Saya sedikit prihatin menonton tayangan yang salah satu tokohnya diperankan oleh Sule ini lantaran efek mistik yang ditampilkan begitu berlebihan. Sebenarnya ada beberapa hal penting yang dapat kita tangkap dari drama Beringin Tua, salah satunya fenomena masyarakat yang selalu mengaitkan kehidupan mereka dengan mistisisme. Mistisisme sebagai ajaran yang menyatakan bahwa ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal manusia rupanya seringkali dijadikan pelarian masyarakat yang enggan berpikir. Orang-orang yang enggan berpikir biasanya lebih suka menyalahkan apa yang ada di luar dirinya ketimbang introspeksi diri.

Tayangan ini menyajikan gambaran tentang bagaimana perihal mistisisme dapat memperdaya manusia. Rasa bersalah Dayat karena tidak menolong korban dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang bersekongkol dengan menggunakan momen mistisisme sebagai dalih. Persekongkolan yang melibatkan tiga orang tersebut merupakan teror bagi Dayat. Dampaknya, Dayat diperas oleh Pak Dukun yang meminta uang beberapa juta dan menganjurkan keluarga Dayat melaksanakan bersih desa agar hantu pohon trembesi tidak lagi mengganggu. Awalnya Dayat menunda perintah dari dukun. Namun, hantu pohon trembesi terus mengganggu dan Dayat sepakat untuk memberikan sejumlah uang pada Pak Dukun.

Pengemasan tayangan ini kurang bagus lantaran 2/3 jalan cerita dipenuhi oleh adegan-adegan seram sesosok hantu trembesi. Sutradara tampaknya berusaha memberikan kejutan pada akhir cerita dengan mengungkap persekongkolan. Namun kemudian tayangan ini tidak sampai pada sasaran ketika adegan-adegan mistisisme lebih ditonjolkan ketimbang dinamika ceritanya yang membawa pesan baik untuk masyarakat bahwa sebaiknya kita menyikapi kejadian-kejadian bertema mistisisme dengan akal sehat.

Sebagaimana kita tahu, tayangan-tayangan yang mengandung mistisime belakangan ini jarang muncul di permukaan karena tergeser oleh acara-acara komedi dan talk show. Penonton juga mulai muak dengan tayangan-tayangan yang lebih banyak mengeksploitasi hal gaib tersebut. Sule sebagai salah satu pemeran agaknya dijadikan semacam ‘kunci’ untuk tayangan ini. Sudah jadi rahasia umum bahwa Sule sedang naik daun dalam dunia pertelevisian sehingga tayangan apapun menjadi layak ditonton ketika menghadirkan Sule sebagai pemain, termasuk tayangan yang mengandung mistisisme.

Jam tayang drama Beringin Tua pada pukul 22.00 WIB menjadikan segmen penonton tayangan ini memang orang dewasa, khususnya para penggemar Sule. Itulah mengapa beberapa iklan sebagian besar merupakan produk-produk orang dewasa untuk membidik hasrat konsumerisme. Pada akhirnya bahaya laten dari tayangan-tayangan semacam ini tetap tak bisa ditangkap.

Bagaimana? Apakah Anda masih ingin menonton tayangan-tayangan seperti ini? (Catastrova Prima).

 

Judul tayangan: Beringin Tua. Stasiun penayang: MNC. Waktu penayangan: 12 November 2012, jam 22.00 WIB. Iklan: Mc Donald, Saori, XL, Insto, Larutan Cap Badak, KB Andalan, Sari Husada, Lifebuoy, Fruitamin, Reg Game 9388, Hers Protect, Pulpy, Rexona, Head & Shoulders, Frisian Flag, Wall’s, Frestea, Pepsodent, Sprite, GSM Eksplore, Coolant, Pantene, The Gelas, Pond’s, Bumbu Racik Indofood, Zwitsal, Top Kopi, Rejoice, Sunlight, Cerelac, Coca Cola, Superpell, Koolfever, HIT Magic, FUN 3988, Panadol, Surf, Inter Sport, The Pucuk Harum, Sarimi, Molto Ultra, Masako, Larutan Cap Kaki 3, ABB 6288, Rinso, Mie Sedap, Kraft, Citra, Vaseline, Cheeskress, Emeron, Sari Wangi, Softener SoKlin, Blueband, Kapsida, Mama Lemon, FUN 9388, Fit Active, Aqua