Hidup Ala Sinetron

 

Normalnya, apa yang tampak di karya sinematek seperti sinetron dan film mengikuti apa yang lazim terjadi di dunia nyata. Dengan demikian, sinetron atau film bisa menjadi refleksi. Namun lucunya sekarang ini, paham kehidupan ala sinetron dipaksakan agar terjadi atau kita praktikkan sungguhan di dunia nyata.

Itu nampak jelas di tayangan reality show Trans TV, Cari Cinta, yang mengudara Minggu 14 Oktober 2012 lalu pukul 17.45 WIB. Konflik yang dihadirkan di dalamnya adalah konflik ala sinetron prime time. Dan karena logika cerita sinetron sebagian besar menyalahi hukum alam, maka konflik di acara yang berlabel “reality” itu pun amat jauh pula dari keseharian kita.

Cari Cinta berawal dari media sosial bernama sama. Ini jejaring mirip Facebook yang terutama dipakai untuk mencari kenalan untuk dijadikan pacar. Dipandu model ganteng Robby Purba, talent yang dihadirkan adalah Sterne Helen, remaja ibukota berpenampilan glamor yang baru berusia 19 tahun.

Sterne dikisahkan sudah menjomblo lima bulan. Pacar terakhirnya adalah mahasiswa Indonesia di Australia. Mereka putus karena hambatan LDR (long distance relationship) itu. Maka ia lantas sign up ke Cari Cinta untuk menemukan kekasih baru. Dari sekian banyak cowok yang berminat, dipilih tiga kandidat utama yang akan diajak kencan secara terpisah untuk kemudian dipilih satu saja yang layak menjadi pacarnya.

Kandidat pertama adalah Yousef, siswa sekolah penerbangan yang bertampang asing (demikian pula logat Bahasa Indonesia-nya). Dalam kencan yang dilakukan di tepi arena bermain gokart, mereka menggunakan bahasa Inggris layaknya couple di film-film Hollywood. Setelah main gokart, muncullah tokoh ketiga yang menyuguhkan konflik ala sinetron itu tadi.

Tokoh ini bernama Bunga, yang dalam kamus acara Cari Cinta disebut dengan istilah virus cinta. Tugas virus adalah mengganggu acara kencan antara talent dan kandidat. Bunga yang berdandan mirip cewek nakal bersikap sok dekat pada Yousef termasuk minta minum dan bahkan memeluk-meluk. Kamera pun sigap meng-close up wajah bengong Sterne yang mangkel plus jealous, terutama saat suapannya ke Yousef ujug-ujug diserobot Bunga.

Virus cinta muncul pula dalam kencan dengan dua kandidat berikutnya, yaitu Hafiz (karyawan bank swasta) di tempat main bowling dan Joe (mahasiswa) di sebuah kafe. Di lane bowling, gangguan dimunculkan seorang cowok yang mengajak kenalan Sterne, sedang di kafe, virus cinta berupa seorang pramusaji melambai nan annoying yang berkali-kali muncul untuk menggoda Joe.

Setelah berkencan dengan para kandidat, Sterne memilih siapa yang akan menjadi cowoknya dengan memberikan amplop pada ketiganya. Pemenang ternyata adalah Hafiz, yang paling tak bertampang internasional dan metropolis. Ia dipilih karena jauh lebih mature dibanding kedua kandidat lainnya.

Menonton tayangan ini saya jadi berpikir, berapakah kemungkinan kita di alam nyata mengalami kencan semacam itu? Dalam momen yang sangat private berdua, tiba-tiba muncul orang ketiga yang sangat demonstratif memamerkan kemesraan dengan pasangan kencan kita. Jelas, ini momen yang sangat sinetron—pemancing emosi yang sangat efektif di alur cerita-cerita melodrama.

Kini, hal demikian dipaksakan untuk masuk dalam ruang “realita” kehidupan kita. Realita yang asli bisa saja tergantikan oleh “realita” baru ala sinetron yang penuh kemarahan, konflik, dan pertikaian. Ujung-ujungnya, para remaja bisa saja menganggap ada sesuatu yang keliru jika hubungan cinta mereka berjalan lancar dan normal-normal saja. Harus ada konflik berdarah-darah, harus ada orang ketiga, dan harus ada pertikaian penuh emosi, baru mereka bisa nyatakan hubungan tersebut sebagai sesuatu yang layak dan semestinya.

Dan apa kaitannya hal ini dengan proses “fit & proper test” para kandidat? Apakah dengan mengamati cara mereka bereaksi dan bersikap dalam suasana konflik mendadak? Dalam hal ini, beberapa tayangan reality show serupa buatan luar negeri justru menampilkan konsep yang lebih masuk akal.

Dalam Room Raiders yang tayang di MTV, talent menggeledah kamar para kandidat untuk lebih mengenali kepribadian mereka dari bentuk dan kerapian kamar. Paling tidak pengenalan kandidat menjadi tolok ukur yang dijadikan sebagai alat penentu pemilihan, dan bukan sekadar dengan memunculkan konflik yang bagus untuk efek dramatik tapi tak terlalu nyambung dengan kelaziman keseharian.

Dan memilih pasangan hanya berdasarkan kencan pertama yang berdurasi tak lebih dari 60 menit jelas amat berisiko. Keputusan penting muncul hanya berlandaskan aneka macam kesan (impresi) serta asumsi, sementara kepribadian manusia sungguhlah amat kompleks.

Yang ironis, memang demikianlah itu “modus operandi” yang kerap terjadi di dunia nyata pada para ABG. Hanya berkat foto-foto di Facebook, lalu beberapa kali SMS plus satu kali pertemuan, keputusan langsung diambil. Maka entah sudah berapa kali kita menyimak berita tentang anak-anak yang bernasib buruk dari perkenalan dengan lawan jenis di jejaring sosial.

Akan lebih fungsional bila dalam adegan-adegan kencan dalam tayangan Cari Cinta tersebut, talent melemparkan satu set pertanyaan terstruktur pada kandidat mengenai soal komitmen, harapan, mimpi, dan karakter. Lalu jawaban-jawaban mereka dianalisis oleh psikolog konsultan acara, yang dijadikan sebagai dasar pemilihan oleh talent.

Dengan cara demikian, pemirsa dapat sungguh-sungguh ikut menimba ilmu mengenai bagaimana seharusnya mengawali dan membina hubungan cinta, dan tak semata terbengong menikmati suguhan drama demi drama ala sinetron… (Wiwien Wintarto)

Judul TayanganCari Cinta Stasiun Penayang: Trans TV Hari/Tanggal: Minggu, 14 Oktober 2012 Waktu: 17.45-18.45 WIB Durasi: 60 menit (16 menit iklan) Iklan: Campina, Men’s Biore, Pepsodent, Cerelac, Clean & Clear, Good Day, Dove, Mirai Ocha, TRESemme, Magnum Gold, Qtela, Indomilk, Kartu As, Cornetto Mini, Rexona, Dancow 1+, Aqua, Bumbu Indofood, Energen, BurYam, Wall’s Buavita, Frisian Flag, Indosat, Tokobagus.Com, Molto Ultra, Pond’s

Kredit Foto:

Cari Cinta: http://caricinta.detik.com

Room Raiders: http://www.tvsa.co.za/mastershowinfo.asp?mastershowid=1615

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: