Keberhasilan “Formula Srimulat”

 

Salah satu jenis dagelan paling berhasil di Indonesia adalah yang digunakan dan dipopulerkan oleh Srimulat. Banyak yang menggunakan “metoda Srimulat” di layar kaca untuk tayangan-tayangan komedi, salah satunya yang paling menonjol adalah Opera Van Java di Trans7. Namun ada satu lagi yang lebih berhasil meski kurang mendapat ekspos seheboh OVJ, yaitu Untung Ada Sule di Global TV.

Terus terang saya agak terkejut saat menyimak sinetron serial satu ini. Bayangan kita tentang sinetron pada wayah prime time adalah tontonan-tontonan tak jelas yang mengumbar ketidaklogisan dan kekerasan bahkan untuk penonton kecil. Untung Ada Sule is, surprisingly, worked well!

Dalam episode Abu-abu Bonyok yang tayang hari Rabu 31 Oktober 2012 lalu dikisahkan Makmur (Ery Makmur), sang sopir, mengalami pemotongan gaji oleh majikannya, Bu Ranty (Ranty Purnamasari). Gara-garanya, waktu mobil mogok, ia malah menyuruh suami Bu Ranti, Pak Dicky (Dicky Chandra), dorong mobil sampai pingsan di carport.

Makmur pun melakukan segala cara untuk membuat Bu Ranty menganulir keputusan itu, salah satunya dengan menjual cerita tentang Silva, keponakan Pak dan Bu Dicky, yang sering pulang malam dan pacaran. Ujung-ujungnya, ia dan Sule (Sule) diinstruksikan untuk membuntuti Silva.

Penguntitan mereka berakhir di sebuah toko roti, tempat Silva dan teman cowoknya masuk. Naas kemudian menimpa Sule dan Makmur. Karena sok aksi menyamar dengan baju seragam SMA, mereka kemudian dikeroyok anak STM sampai babak belur.

Hal paling menonjol pertama dari sinetron yang dibesut sutradara Cuk FK ini adalah kerapian dan keruntutannya. Untung Ada Sule dieksekusi dengan baik, termasuk skenarionya yang memungkinkan Sule, Ery, Ranty, dan Dicky tak perlu berakting membanyol untuk memunculkan kelucuan demi kelucuan.

Selain itu keseluruhan struktur ceritanya tersusun dengan tertib sehingga muncul sebagai bagian dari sebab-akibat yang logis, sejak Pak Dicky pingsan, Makmur membujuk Bu Ranti, Makmur menjual cerita tentang Silva disertai surat perjanjian, hingga segmen saat ia dan Sule diserahi tugas sebagai mata-mata membuntuti Silva.

Beberapa elemen tak penting bahkan diselipkan rapi sehingga tak tampak muncul ujug-ujug bin membingungkan. Salah satunya adalah adegan Sule dan Makmur digebuki anak-anak STM itu. Dalam adegan sebelumnya, terlihat mereka berangkat tawuran entah ke mana, lalu diteriaki seorang satpam sehingga memutar balik. Nah, dalam perjalanan membalik inilah mereka melihat Sule dan Makmur berseragam SMA yang salah dikira sebagai murid SMA rival, lalu dikeroyok.

Dan sebagaimana resep Srimulat, kelucuan acap kali muncul dari konsistensi tiap karakter, seperti Sule yang sok cuek dan berpikiran ngawur tapi pede, Makmur yang kagetan, Pak Dicky yang takut isteri, atau Bu Ranty yang kerap terhanyut lalu ngelantur. Bahkan Silva sang keponakan yang cantik tapi kerap tak nyambung.pun punya jatah kelucuannya sendiri.

Salah satunya pas adegan ia dikasih tahu wanita pemilik toko roti tempatnya magang bahwa karena magangnya sukses, SPP-nya bulan depan akan dibayarkan. Anehnya, Silva menolak dengan alasan, “Kasihan tante saya yang biasa bayarin SPP, ntar bayar ke mana?”. Teman cowoknya menggeleng mangkel, “Susah ya omong sama kamu!”, dan Silva enteng menukas, “Kalau susah ya belajar!”

Di tengah deretan sinetron nggak jelas yang penuh aroma kekerasan, Untung Ada Sule adalah selingan yang menyenangkan. Tak ada tokoh antagonis di sini. Tak ada muatan violence baik verbal maupun nonverbal. Lelucon-leluconnya mostly komedi situasi. Bahkan yang slapstick macam muka Pak Dicky jadi item kena semprot knalpot pun berhasil karena hadir lewat sekuen adegan-adegan lucu yang runtut dan well-scripted.

Dan kerapian-kerapian ini sudah muncul sejak serial “prekuel”-nya, Awas Ada Sule, saat Sule dan Makmur masih bekerja di rumah keluarga Pak Tio dan Bu Hanna. Lebih oke lagi karena saat itu, Awas Ada Sule juga di-spinoff ke dalam serial lain, Kanjeng Mami, yang dibintangi Maya Wulan. Dikisahkan Kanjeng Mami adalah mertua dari Bu Hanna (Hanna Alrasjid).

Efektivitas komedi Untung Ada Sule terang karena “formula Srimulat” yang dipakainya itu, terutama dalam cerita yang simpel tapi komplet dengan konflik dan selesaian yang benar-benar menutup, konklusif. Tak jarang pula para pemain terlibat permainan kata dan mimik mirip kebiasan almarhum Timbul atau Basuki, seperti saat Pak Dicky berpidato bertele-tele pada Sule dan Makmur tentang “belum tahu, diberi tahu, sehingga tahu, kalau tidak diberi tahu, maka tidak tahu…” dan seterusnya.

Memang ada sedikit bolong-bolong logika yang belum terjelaskan, seperti kegiatan magang Silva. Tak dijelaskan untuk mapel apa atau level pendidikan apa magang itu terjadi. Tak jelas juga mengapa roti taart yang diberikan pada Sule ternyata berasa tak enak. Apakah roti itu Silva sendiri yang bikin sehingga salah resep dan rasanya amburadul?

Namun bisa melihat sebuah karya sinematek Indonesia tampil logis dan runtut sehingga rapi adalah sebuah kesempatan langka. Dan momen yang langka juga manakala dalam rentang waktu prime time kanal-kanal TV terrestrial gratisan, saya tak merasa pusing, mabok, salah urat, lalu marah-marah sendiri saat nonton sinetron!

Pada salah satu bagian ujung, terdapat satu adegan saat Bu Ranty ikut panik saat menelepon Sule yang belingsatan waktu Silva keluar dari toko roti dan nyaris melihat Sule. Gara-gara Sule dan Makmur sembunyi, Bu Ranty menyuruh suaminya ikut sembunyi juga. Ia ndhekem di balik sofa, sedang Pak Dicky ngacir bersembunyi di… sela-sela kru sinetron yang memegangi kamera, lampu, dan reflektor!

Seperti itulah efek Untung Ada Sule buat kita. Mengagetkan. (Wiwien Wintarto)

Nama Program: Untung Ada Sule 2 (Episode “Abu-abu Bonyok”) Stasiun Penayang: Global TV Hari/Tanggal: Rabu, 31 Oktober 2012 Waktu: Pukul 18.00-19.00 WIB Durasi: 60 menit (21 menit iklan) Rumah Produksi: E-motion Sutradara: Cuk FK Iklan: Pond’s, L’Oreal, Bye bye Fever, Sensodyne, Kecap Bango, Lux, Paddle Pop, Garnier Men, Bebelac 3, Vitalis, Mizone, Veet, Anlene, Scott’s Emulsion, Sunsilk, Kemenkop & UKM, Johnson’s Baby, Bebelac 4, Rinso, Citra Night Whitening, SGM Eksplor, Harpic, Delfi, Clear

Kredit Foto:

http://globaltv.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: