Terjebak Arus Korea

“Terjajah pelan-pelan.”

Melodrama Korea berdurasi kurang lebih satu jam ini mengisahkan tentang Young Shin yang mengetahui kenyataan bahwa Min Ji (kekasih Gi Seo) telah melakukan malpraktek pada putrinya Bom sebelum meninggal. Gi Seo sebagai kekasihnya merasa berkewajiban untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Min Ji, namun Young Shin tidak terima.

Young Shi marah. Sesampainya di rumah, saat Bom sedang bermain kucing barunya, Young Shin yang melihat boneka yang diberikan Min Ji berada di dekat Bom langsung mengambil dan membuangnya ke laut. Bom yang tak mengerti dengan sikap Young Shin terus saja bertanya mengapa ibunya melakukan itu. Bom hendak mengambilnya, namun Young Shin menghentikan Bom, dia mengatakan akan membelikan lebih banyak. Bom hanya bisa menangis sambil memberontak. Sedangkan Young Shin berusaha menenangkan Bom.

Di sisi lain, Nyonya Song dan Mr Lee duduk berduaan di tepi pantai. Nyonya Song tidur di pangkuan Mr Lee yang sedang menengadahkan tangannya di wajah Nyonya Song agar tidak kepanasan. Tiba-tiba seorang laki-laki memotret mereka. Mr Lee memanggil laki-laki itu dengan sebutan ‘Hyung’ (Hyung sebutan untuk kakak laki-laki). Mr Lee meminta tolong pada lelaki itu untuk menggantikan posisinya untuk duduk sebagai bantal Nyonya Song.

Itulah sepenggal cerita dalam episode ke-15 tayangan melodrama Thank You. Sepanjang tayangan ini berlangsung, kita lebih sering disuguhi adegan-adegan sentimentil yang mengeksploitasi perasaan. Namun, semuanya dikemas dengan apik dan santun, bahkan lebih santun daripada drama-drama buatan Indonesia, mulai dari percakapan dalam adegan, pakaian yang dikenakan pemain, serta seting yang alami. Barangkali itulah salah satu daya tarik melodrama Korea yang belakangan kembali mencuat ke permukaan.

Tak bisa dipungkiri bahwa Korean Wave merupakan salah satu fenomena era globalisasi yang melanda Indonesia. Penonton disihir dengan produk-produk kebudayaan Korea di mana dinamikanya begitu kompleks. Melodrama adalah produk kebudayaan yang pertama kali muncul yang kemudian diikuti oleh boyband/girlband K-Pop dan masih banyak produk kebudayaan Korea yang lain. Tayangan melodrama Korea mulai marak sekitar tahun 2000 didukung merebaknya teknologi dubbing sehingga tayangan-tayangan semacam  ini diterima baik oleh masyarakat. Bahkan tak sedikit melodrama yang diputar ulang lantaran ceritanya begitu membekas di benak pemirsa.

Tayangan melodrama Korea memiliki segmen pasar dari berbagai usia, mulai dari remaja, dewasa sampai orangtua. Berdasarkan survey AC Nielsen Indonesia melodrama Korea Endless Love ratingnya mencapai 10 (ditonton sekitar 2,8 juta pemirsa di lima kota besar), mendekati Meteor Garden dengan rating 11 sekitar 3,08 juta pemirsa (Kompas, 14 Juli 2003).

Fenomena dunia industri hiburan modern Korea rupanya tak berhenti sampai di situ. Meraka turut menciptakan beraneka produk industri pendukung seperti, style pakaian beserta pernak-perniknya yang banyak di jual di pertokoan bahkan online shop. Lagi-lagi, sasarannya adalah gaya konsumtif masyarakat yang cenderung melakukan imitasi terhadap tokoh idola. Dalam ulasan drama Indonesia (Anak-Anak Tanpa Cinta) yang pernah saya tulis, kita merupakan santapan empuk iklan produk. Dalam tayangan melodrama Korea kita tak hanya jadi santapan iklan lokal tapi juga dijebak untuk menjadi konsumen pasar raksasa Negeri Ginseng itu. Tidakkah Anda sadar?

Bila kita jeli, sebetulnya ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari Korean Wave ini terutama bagaimana hampir semua pihak dalam negeri bersatu membuat fenomena dadakan itu menjadi komoditas yang berharga bagi sebuah bangsa. Menakjubkan! Sekaligus ironis! (Catastrova Prima)

Judul Program : THANK YOU Episode 15 (Melodrama Korea) Stasiun penayang : Indosiar Hari Penayangan : 25 September 2012 Waktu : 10.00 WIB Durasi : 60 menit (24 menit iklan) Materi Iklan : Adem Sari, Good Time, Sharp, Mitu Baby, Indomie, One Push Vape, Mama Lemon, Pocari, Softener So Klin, Axis, Vfresh, Bon Cabe, Laurier, Stella, KB Andalan, Royco, Autan, Kecap Sedap, Avrist, Biore, IM3, Frutamin, Dettol, Baygon Max, Pantene, Sarimi, Sun, Pond’s, Center Fruit, Force Magic, Micron, Bihun Jagung, Sajiku, Pepsodent.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: