Sehat Lewat Televisi

HARRY De Fretes muncul  berlari-lari menuju ke seseorang sambil menunjukkan tangannya yang lebam sepertinya terbentur benda tumpul . Dari sisi lain muncul Lula Kamal  menanyakan “kehebohan” temannya itu. Secara berkelakar ia mengomentari jangan-jangan lebam terjadi karena nonton film Skyfall. Barangkali De Fretes menirukan adegan di film serial “James Bond”. Dijawab oleh komedian itu “ah ada-ada saja”.

Sepotong adegan tersebut membuka acara “Yuk Hidup Sehat” yang ditayangkan TVRI Nasional, Saluran Pemersatu Bangsa, Rabu 13/11 jam 10.15  selama hampir satu jam. Tema yang diambil adalah “Kelainan Pembekuan Darah“ menghadirkan dua nara sumber ahli penyakit dalam super ahli penyakit darah (hematolog) dan spesialis radiologi.

Pemandu acara Lula Kamal yang artis dan juga seorang dokter menjadikan penonton makin mudah memahami tentang penyakit yang berhubungan dengan darah beku.

Pertanyaan “Skyfall” menjadi salah satu contoh. Ciri khas film James Bond merupakan film keras yang tentu berkaitan erat dengan darah beku akibat tinju atau benturan. Darah yang membeku, penampakan dari luar adalah kulit yang memerah karena memar.Warna itu lama-lama akan berubah menjadi kebiruan.

Dengan mudah jawaban dua dokter yang menggambarkan aliran darah melalui pembuluh darah vena dan arteri diperjelas oleh dr Lula Kamal. Pembuluh darah vena mengalirkan darah menuju jantung, sementara yang arteri adalah pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Kebiruan, lebam, terjadi karena ada perdarahan di tempat itu.

Sumbatan dalam pembuluh darah bisa disebabkan, diantaranya adanya kelainan dalam darah, karena kolesterol, atau adanya suatu penyakit.

Acara interaktif itu disambut oleh  seorang ibu yang menanyakan kondisinya: trombosit  di bawah normal  tapi dokter yang memeriksanya di daerah menyatakan “tidak apa-apa” .Jawaban dokter itu tentu saja tidak memuaskan sehingga pertanyaan disampaikan secara terbuka melalui televisi.

Dengan bahasa yang mudah dimengerti Lula Kamal menjelaskan  adalah hak pasien untuk menanyakan tentang penyakit yang dideritanya, bagaimana penanganan pengobatan per tahap. Kewajiban dokter menjelaskan. “Ada undang-undangnya lho ibu. Dokter harus mau menjelaskan kepada pasiennya”. Bahkan dianjurkan  oleh Lula Kamal, seoang pasien jika perlu cari pendapat atau periksa ke dokter lain, untuk memperoleh second opinion.

Sedangkan jawaban dari  pertanyaan trombosit di bawah normal,  Lula sebagai “juru penjelas”  mengatakan andai karena sesuatu hal menimpa yang menyebabkan terjadinya perdarahan, maka darah sulit membeku. Jika penanganan tidak segera dilakukan bisa menyebabkan kematian.Bagi perempuan hamil, perlu lebih mewaspadai jika trombosit di bawah normal karena mengandung rawan perdarahan.

Atas pertanyaan bernama T dari Sumatra Utara, dengan jenaka Lula mengomentari “ini dari Batak kali,  T nya dari Tarigan” .  Ditanyakannya apa betul dengan minum kopi, maka darah yang beku cepat menjadi cair.

Lagi-lagi  Lula mbanyol , “kopi nya merek apa ya”. Barulah dokter menjawab bahwa yang berkaitan dengan makanan sering orang salah pengertian. Untuk kopi dalam hal pembekuan darah belum ada penelitian. Dokter mencontohkan, pernah mendengar jika makan sayur hijau maka darah tidak bisa membeku. “Yang betul jangan makan sayur hijau saat minum obat pembekuan darah, karea sayur hijau itu mengurangi  pengaruh khasiat obat “.

Citizen Journalism

Jika TVRI Nasional secara jelas memprogramkan acara kesehatan yaitu hari Senin – Jumat, beberapa stasiun televisi menayangkan acara “sehat” itu dengan bentuk lain. Metro tv misalnya, dengan acara Wide Shot, menayangkan  citizen journalism  yaitu informasi kiriman dari masyarakat luas, hari Sabtu 17/11 jam 14.20 .

Dari beberapa kiriman, ada 3 tayangan mengenai kesehatan 2 di antaranya adalah  pengobatan alternatif . Pengobatan oleh dokter yang di sebuah rumah sakit Gatot Soebroto di Jakarta mengenai brain spa, pengobatan untuk penyakit yang berhubungan dengan syaraf dengan menggunakan peralatan canggih (MRI) dan sistem (Spa) dll .

Sedangkan dua kiriman masyarakat lainnya adalah pengobatan alternatif dengan sistem “garuk” (ngukur – jw), dan pengobatan untuk anak auitis. Dengan sistem garuk, orang yang sakit digaruk-garuk oleh  “ahli”nya pada bagian tertentu. Pengobatan seperti ini diterima masyarakat yang memang mempercayainya, karena hakikatnya menurut penulis sugesti kemantapan seseorang untuk berobat itu merupakan daya sembuh luar biasa.

Orang ingin sehat memang wajar. Karena itulah media berusaha menyajikan bagaimana pun caranya. RCTI menggunakan acara Jalinan Kasih untuk menayangkan info kesehatan. Sementara TV lokal di Semarang menampilkan pengobatan alternatif atau tradisional interaktif pada hari-hari tertentu, secara provokatif iklan

Sejauh ini memang ada yang pro dan  kontra tentang pengobatan alternatif mucul di televisi dengan alasan masing-masing. Kenyataannya banyak peminatnya, terbukti dari respon telepon dari penonton.

Tiap televisi berusaha menyajikan info kesehatan dengan sangat menarik dan cara yang beraneka ragam. Intinya media ingin memberi penjelasan tentang kesehatan yang segamblangnya pada penonton melalui audio visual dengan gambar atau bertatap wajah.

Jangan heran ternyata TVRI Nasional pun pernah disemprit atau ditegur secara tertulis oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena vulgar menunjukkan foto payudara yang luka terkena kanker, sehingga dianggap menimbulkan kesan tidak enak bagi penonton.

Selain TVRI yang ditegur tertulis, RCTI dan TVOne pun juga bernasib sama karena tayangan iklan  “Klinik Tong Fang” , pada bulan Juli dan Agustus 2012. Pelanggaran yang dilakukan adalah adegan penayangan testimonial pasien dan pemberian diskon bagi pasien yang berobat. Cara seperti itu betentangan dengan etika periklanan.

Pelajaran hidup sehat perlu selalu dimasyarakatkan. Apakah secara  utuh dengan tayangan rubrik khusus atau dikemas “numpang” pada acara lain . Yang penting masyarakat dibuat sadar bagaimana harus hidup sehat dengan menjaganya mulai untuk diri sendiri, lingkungan dengan menjaga kebersihan dan  berolah raga. (Humaini Adi Susilo)

One response

  1. Halo saya butuh sekali info dokter nara sumber nya terutama yg ahli darah nya. Mohon sekali bantuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: