Kala Boss Kerja “Pocokan”

Paul alias Gavin bersama Sarah

Paul alias Gavin bersama Sarah

Konflik antara pengusaha (majikan) dan buruh yang akhir-akhir ini mengemuka di negeri kita adalah jenis konflik yang amat sukar untuk dicarikan jalan tengahnya secara adil. Masing-masing pihak punya dasar argumen kuat, yang sama-sama berpijak pada elemen paling mendasar, yaitu hajat hidup.

Perlu kemauan (dan juga kesempatan) bagi semua pihak untuk mencoba memahami secara langsung kehidupan di sisi berlainan. Baru kemungkinan akan dapat ditemukan solusi yang, setidaknya mendekati, adil bagi kedua belah pihak.

Acara serial dokumenter di BBC Knowledge, Undercover Boss: Canada, mencoba menjembatani kesenjangan ini. Ide dasarnya adalah membuat seorang bos besar dari sebuah perusahaan ikut merasakan kerja keras dan permasalahan buruh rendahannya dengan cara menyamar dan menjadi satu dengan mereka.

Dalam episode ini, tokoh utama yang ditampilkan adalah Paul Goddard, CEO waralaba warung pizza kenamaan di Kanada, Pizza Pizza. Waralaba itu berdiri sejak 1967 dan telah memiliki 700 gerai di seluruh Kanada. Saat pendirinya, Michael Overs, meninggal tahun 2010, Paul sang menantu menggantikannya di posisi CEO.

Untuk acara Undercover Boss, Paul menyamar sebagai Gavin Hamilton, pengangguran yang menjalani kerja “pocokan” selama sehari di beberapa unit Pizza Pizza. Pada para karyawan, ia mengatakan bahwa pekerjaannya didokumentasikan oleh kru dan kamerawan untuk keperluan sebuah film dokumenter tentang aktivitas pekerja di link terdepan.

Paul mengawali penyamaran empat harinya di pabrik dough (adonan) pizza di Toronto. Pabrik itu memproduksi dough dan mengirimnya ke 700 outlet Pizza Pizza. Diawasi oleh karyawan senior bernama Susan, Paul alias Gavin mulai bekerja, sejak dari menyiapkan kotak wadah dough, mengepak adonan ke kotak, hingga mencari kotak rusak agar segera diperbaiki.

Di situ terungkap betapa bekerja seharian sambil terus-menerus berdiri membuat sebagian besar karyawan mengalami nyeri pinggang. Sementara itu, jadwal kerja harian yang begitu padat membuat impian Susan untuk mendalami keahlian medis holistik mengalami kendala.

Pada hari kedua, Paul bertugas di gerai Pizza 73 di Edmonton. Pizza 73 adalah jaringan waralaba lain yang telah diakuisisi Pizza Pizza. Di sana ia bertemu Sarah, store manager yang masih berusia 23 tahun. Pada Gavin, Sarah mengungkap cita-citanya untuk membuat Pizza 73 menjadi perusahaan yang berbasis komunitas, semisal dengan mensponsori tim sepakbola anak-anak. Ia bahkan bersedia untuk melatih sendiri tim tersebut.

Unit ketiga yang diterjuni langsung Paul dalam penyamarannya adalah bagian delivery order Pizza 73. Ia bekerja bersama Ayad, karyawan bagian delivery yang bekerja dalam radius 15 blok di Edmonton dengan sistem upah dan tip pengiriman, tanpa gaji tetap.

Ayad yang teah memiliki seorang anak laki-laki berusia 3,5 tahun adalah imigran dari Irak. Saat Perang Teluk meletus tahun 1991, ia meninggalkan negerinya dengan berjalan kaki selama tiga hari melintasi gurun pasir menuju Arab Saudi. Tujuh tahun menghuni kamp pengungsi, barulah ia diperbolehkan memegang kewarganegaraan Kanada.

Pada hari terakhir, Paul menemani Don, karyawan senior yang telah bekerja dua dekade mengantar kiriman dari pabrik ke semua outlet Pizza Pizza di Toronto. Don bekerja sif malam dengan truk raksasa, mengantar suplai dough dan minuman soda mulai tengah malam sampai pagi.

Bersama Don, Paul merasakan kerasnya bekerja sif malam mengantar semua barang suplai itu. Belakangan Don cerita, ia sengaja mengambil sif kerja malam sepanjang karier 20 tahunnya itu agar pada siang hari ia bisa full time menemani putrinya yang berkebutuhan khusus.

Keempat karyawan itu kemudian dipanggil secara khusus ke kantor pusat Pizza Pizza di Toronto. Di sana mereka ditemui oleh Paul yang membongkar rahasia penyamarannya sebagai Gavin. Sebelumnya, saat rapat dengan para anggota dewan direksi, Paul mengatakan bahwa perusahaan mereka beruntung memiliki para karyawan yang luar biasa dan penuh dedikasi seperti Susan, Sarah, Ayad, dan Don.

Sudah pasti keempatnya syok mengetahui karyawan baru yang tempo hari pernah mereka omeli karena bekerja amat lamban tak lain tak bukan adalah bos tertinggi mereka. Namun bukannya dihukum karena kurang ajar pada majikan, mereka justru menerima apresiasi yang amat tinggi dari sang CEO. Tak hanya itu, impian mereka pun diwujudkan menjadi nyata.

Mengetahui permasalahan kerja di pabrik dough, Paul mengubah kebijakan perusahaan dengan memberikan fasilitas pijat gratis buat semua pekerja tiap bulan. Selain itu, perusahaan juga memberikan beasiswa bagi Susan untuk kursus medis holistik di British Columbia.

Ide Sarah untuk membuat Pizza 73 berbasis komunitas langsung disetujui. Perusahaan mengucurkan dana untuk mensponsori pembentukan tim sepakbola anak-anak, dengan Sarah menjadi pelatihnya. Paul juga menghadiahinya paket liburan gratis atas kerja keras nonstop yang membuatnya tak pernah bisa bersantai saat akhir pekan seperti manusia normal.

Ayad memperoleh dana $ 10 ribu yang akan dipakai mendanai pendidikan anaknya. Ia juga menerima hadiah luar biasa berupa tiket pergi-pulang ke Irak guna bereuni dengan keluarga yang sudah tak ia lihat selama 20 tahun.

Sementara itu, sebagaimana halnya Sarah, Don juga dihadiahi paket liburan mewah. Dan untuk dedikasinya pada perusahaan dan keluarganya, cicilan rumahnya selama setahun akan ditanggung perusahaan, sehingga uangnya akan bisa dipakai untuk mencari perawatan terbaik buat putrinya.

Tentu saja tak ada yang tak senang menerima semua pemberian itu. Keempatnya menangis terharu dan sampai kehabisan kata-kata. Mereka tak menyangka akan menerima sebanyak itu. Susan bahkan mengungkap bahwa apa yang diberikan perusahaan padanya saat itu telah mengubah hidupnya.

Meski berlabel tayangan dokumenter khas kanal-kanal ilmu pengetahuan di jaringan televisi berlangganan, Undercover Boss: Canada lebih mirip tayangan reality show. Ada tokoh, suspense berupa penyamaran, klimaks saat penyamaran dibongkar, ending yang menyentuh saat para karyawan menerima hadiah, dan bahkan denouement (kelanjutan cerita selepas ending) di akhir tayangan.

Undercover Boss: Canada adalah salah satu dari spinoff (sempalan) serial populer Undercover Boss yang mengudara di Channel 4, Inggris, sejak tahun 2009. Selain di Kanada, serial ini juga mengudara di AS, Norwegia, dan Australia. Jika ada versi Indonesia-nya, pantas ditunggu kesempatan untuk melihat para boss seperti Chairul Tanjung, Bob Sadino, atau Sandiaga Uno turun menyamar dan membaur bekerja banting tulang dengan para buruh. Sanggupkah? Atau maukah?

Dalam konteks geliat kehidupan dunia nyata, apa yang dilakukan Paul adalah upaya yang brilian untuk menjembatani kesenjangan antara majikan dan karyawan. Dengan mencoba memahami apa yang terjadi di “sisi sebelah sana”, Paul menjadi mirip Jokowi, yang selalu sidak dan turba untuk tahu langsung permasalahan di level warga, dan bukan hanya sekadar duduk manis di ruang kantor ber-AC mendengarkan laporan-laporan manis para kepala dinas, kepala bagian, atau manajer HRD.

Paul pun jadi tahu banyak masalah teknis keseharian yang selama ini bukan saja tak pernah terdengar namun juga tak pernah terpikirkan oleh dewan direksi, seperti soal sakit punggung gara-gara bekerja sambil berdiri seharian di pabrik dough. Ia juga berkesempatan melihat langsung kondisi para karyawan plus betapa berdedikasinya mereka pada perusahaan.

Maka yang kemudian terjadi adalah mutual respect yang amat langka terjadi di dunia bisnis dan dunia kerja. Majikan menemui para karyawan yang penuh dedikasi sehingga memberikan fasilitas dan reward yang pantas. Sedang karyawan yang merasa diuwongke karena mendapatkan pemberian yang langsung menyentuh kehidupan personal mereka pasti akan memunculkan respek yang tulus pada majikan.

Di tengah maraknya acara reality show berbasis asmara di kanal-kanal TV terestrial yang semata hanya mengumbar sensasi konflik dan kegaduhan, Undercover Boss adalah sebuah alternatif terobosan yang layak diadaptasi (secara legal tentu saja, dan bukan sekadar membajak ide!). Bahwa sumber ide untuk program reality show tak hanya urusan cinta dan perselingkuhan, tapi bisa apa saja sejauh imajinasi, kreativitas, dan kemauan berinovasi berani dilakukan.

Pertanyaannya, mungkinkah kemauan untuk mengenali (dan banting tulang bersama) pihak lain demi memunculkan mutual respect itu dapat sungguh-sungguh terjadi secara sukarela di dunia nyata, di sebuah jagat yang semuanya serba dinilai berdasar rupiah dalam bentuk laba bersih dan gaji bulanan? Sayangnya memang, sepertinya hanya bisa dijawab dengan tayangan dokumenter reality show… (Wiwien Wintarto)

Nama Program: Undercover Boss: Canada

Televisi Penayang: BBC Knowledge (Indovision)

Hari & Tanggal: Senin, 10 Desember 2012

Waktu: Pukul 21.35-22.20 WIB

Durasi: 45 menit (tanpa jeda komersial)

Studio: Alliance Films

Kredit Foto:

http://urbanpost.ca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: