CETAKAN

Tulisan-tulisan terpilih di blog ini dikumpulkan menjadi buku mungil berjudul (Tak) Harus Membenci Televisi. Selain tiga fasilitator BAW (Budi, Aulia, dan Wiwien), penulis lain yang menyumbangkan tulisan adalah para pegiat literasi media lain bareng LeSPI, yaitu Catastrova Prima, Sri Humaini AS, Latree Manohara, dan Yuktiasih Proborini.

Turut menulis adalah Direktur LeSPI Djurianto Prabowo yang menulis bagian pengantar dan praktisi literasi media Liliek B Wiratmo yang memaparkan pernak-pernik kegiatan literasi media LeSPI ke berbagai komunitas masyarakat umum di seputar Semarang periode September-November 2012.

Beberapa artikel keren bisa dibaca di buku ini. Salah satunya degradasi makna frase “super sekali!”, “luar biasa!” dan kata “amazing!” dari amatan Aulia terhadap Mario Teguh Golden Ways (Metro TV), Hitam Putih (Trans 7), dan Bukan Empat Mata (Trans 7). Ada pula tulisan Budi soal tayangan Sugeng Sarjadi Forum di TVRI yang tidak “gaduh” sebagaimana tayangan-tayangan talk show politik di beberapa stasiun TV lain. Juga, kritik ”nalar” sinema yang ditulis dengan matang oleh Wiwien menyangkut serial Putri Bidadari (RCTI) dan film Misteri Arwah Kali Angke (Trans TV).

Buku ini pantas Anda miliki sebagai ”mata baru” untuk menonton televisi. Mata yang dapat menangkap tanda-tanda kedangkalan dan pembodohan, serta ketakbernalaran tayangan yang menyerbu rumah dan kamar kita. Buku yang akan membuat mata kita tak lagi terpesona. Matatanda! (aul)

One response

  1. Yang Pocong Nonton Tv kok ga dimasukin?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: